The Leadership of School Principals in Shaping Teachers' Character in Madrasahs in Seberang, Jambi City, Indonesia

Authors

  • Mustar Mustar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jambi, Indonesia
  • Martinis Yamin UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jambi, Indonesia
  • Jamaluddin Jamaluddin UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/dijms.v6i5.4769

Keywords:

Educational Leadership, Character Formation, Islamic Education, Madrasah, Phenomenology, Indonesia

Abstract

This study examines the role of school principals' leadership in shaping teachers' character in Islamic schools (madrasahs) in Jambi City, Indonesia. Using an interpretive phenomenological approach, the research explores the lived experiences of both principals and teachers in five madrasah institutions in Seberang, Jambi City. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, and participant observations conducted over eight months. The findings reveal four key dimensions of principal leadership that significantly influence the shaping of teachers' character: (1) value-based leadership modeling, (2) development of institutional culture, (3) facilitation of reflective professional development, and (4) integration of spiritual-professional domains. This study contributes to the understanding of educational leadership in a religiously-oriented context, showing how school principals play a vital role as agents in developing teachers' character, which in turn impacts overall educational quality. The research addresses a significant gap in the literature by examining the influence of leadership on the formation of teachers' character in the specific cultural and religious context of Indonesian Islamic schools.

References

Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Kepemimpinan transformasional (edisi ke-2). Psychology Press.

Beauchamp, C., & Thomas, L. (2009). Memahami identitas guru: Gambaran umum tentang isu-isu dalam literatur dan implikasinya untuk pendidikan guru. Cambridge Journal of Education, 39(2), 175-189.

Berkowitz, M. W. (2011). Apa yang berhasil dalam pendidikan nilai. International Journal of Educational Research, 50(3), 153-158.

Carr, D. (2007). Karakter dalam pengajaran. British Journal of Educational Studies, 55(4), 369-389.

Crow, G., Day, C., & Møller, J. (2017). Membingkai penelitian tentang identitas kepala sekolah. International Journal of Leadership in Education, 20(3), 265-277.

Darling-Hammond, L. (2017). Pendidikan guru di seluruh dunia: Apa yang dapat kita pelajari dari praktik internasional? European Journal of Teacher Education, 40(3), 291-309.

Day, C., Kington, A., Stobart, G., & Sammons, P. (2006). Diri pribadi dan profesional guru: Identitas stabil dan tidak stabil. British Educational Research Journal, 32(4), 601-616.

Day, C., Gu, Q., & Sammons, P. (2016). Dampak kepemimpinan terhadap hasil siswa: Bagaimana pemimpin sekolah yang sukses menggunakan strategi transformasional dan instruksional untuk membuat perbedaan. Educational Administration Quarterly, 52(2), 221-258.

Giles, D. L. (2019). Kepemimpinan relasional dalam pendidikan: Fenomena penyelidikan dan praktik. Routledge.

Hallinger, P. (2011). Kepemimpinan untuk pembelajaran: Pelajaran dari 40 tahun penelitian empiris. Journal of Educational Administration, 49(2), 125-142.

Hasbulloh, M. F., & Kurahman, O. T. (2025). Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam. Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.59841/miftahulilmi.v2i1.48

Leithwood, K., Harris, A., & Hopkins, D. (2020). Tujuh klaim kuat tentang kepemimpinan sekolah yang sukses ditinjau kembali. School Leadership & Management, 40(1), 5-22.

Lickona, T., & Davidson, M. (2005). Sekolah menengah cerdas & baik: Mengintegrasikan keunggulan dan etika untuk kesuksesan di sekolah, pekerjaan, dan seterusnya. Center for the 4th and 5th Rs.

Kementerian Agama. (2022). Statistik pendidikan dari lembaga pendidikan Islam. Pemerintah Indonesia.

Raihani. (2018). Kepemimpinan pendidikan Islam di Indonesia: Pendekatan kontingensi. Dalam J. Brooks & A. Normore (Eds.), Memimpin melawan arus (hlm. 131-146). Springer.

Raihani, & Sumintono, B. (2010). Pendidikan guru di Indonesia: Perkembangan dan tantangan. Dalam K. G. Karras & C. C. Wolhuter (Eds.), Buku pegangan internasional tentang pendidikan guru di seluruh dunia (hlm. 181-197). Atrapos Editions.

Regan, H. B. (2012). Kepala sekolah sebagai pemimpin moral: Mempromosikan karakter dan kepemimpinan etis. Dalam G. Brown, B. Irby, & S. Jackson (Eds.), Buku pegangan teori pendidikan (hlm. 431-442). Information Age Publishing.

Robinson, V. M., Lloyd, C. A., & Rowe, K. J. (2008). Dampak kepemimpinan terhadap hasil siswa: Analisis efek diferensial dari jenis kepemimpinan. Educational Administration Quarterly, 44(5), 635-674.

Schein, E. H. (2010). Budaya organisasi dan kepemimpinan (edisi ke-4). Jossey-Bass.

Sergiovanni, T. J. (2007). Memikirkan kembali kepemimpinan: Kumpulan artikel (edisi ke-2). Corwin Press.

Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Analisis fenomenologis interpretatif: Teori, metode dan penelitian. SAGE Publications.

Sockett, H. (2012). Pengetahuan dan kebajikan dalam pengajaran dan pembelajaran: Keutamaan disposisi. Routledge.

Spillane, J. P. (2006). Kepemimpinan terdistribusi. Jossey-Bass.

Starratt, R. J. (2004). Kepemimpinan etis. Jossey-Bass.

Published

2025-06-20

How to Cite

Mustar, M., Yamin, M., & Jamaluddin, J. (2025). The Leadership of School Principals in Shaping Teachers’ Character in Madrasahs in Seberang, Jambi City, Indonesia. Dinasti International Journal of Management Science, 6(5), 1285–1294. https://doi.org/10.38035/dijms.v6i5.4769