A New Approach to Managing the Development of State Border Areas in the Ex-Outstanding Boundary Problems (OBP) Area of North Kalimantan, Indonesia, and Sabah, Malaysia

Authors

  • Lumbis Lumbis The Postgraduate School, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Muhammad Nafik Hadi Ryandono Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Suparto Wijoyo Faculty of Law, Universitas Airlangga , Surabaya, Indonesia
  • Rahmah Rahmah Faculty of Law, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/dijemss.v7i5.6807

Keywords:

New Approach, Management of National Border Development, Outstanding Boundary Problems (OBP) and Welfare.

Abstract

Since Indonesia's independence, border region development has been neglected, resulting in low welfare for border communities. Prosperity is a national aspiration enshrined in the 1945 Constitution. Therefore, a new approach is needed in managing border region development, particularly in the Ex-Outstanding Boundary Problems (OBP) region, where Indonesia and Malaysia have agreed on definitive boundaries through the 2019 and 2025 MoUs in Nunukan Regency, North Kalimantan. Following the delimitation of national borders, various technical and non-technical issues have emerged, such as welfare inequality, political issues, defense and security, and regional planning that is not in line with the spirit of nationalism and the strengthening of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study uses a qualitative descriptive juridical-empirical method with purposive sampling and snowball techniques. The results indicate that border development management must prioritize national strategic interests, have a global perspective, strengthen central-regional relations, develop national strategic activity centers, and implement problem-based and regional management. The recommended approach includes policy reorientation, repositioning the role of border areas, reconsolidation of management support, regulatory reformulation, restructuring of authority, revitalization of border cooperation, and governance reform with an outward-looking orientation through the concepts of Collaborative Border Management (CBM), Integrated Border Management, and transboundary border management.

References

Adler, R. (2000). Geographical information in delimitation, demarcation and management of international land boundaries (Vol. 3, No. 4). IBRU Boundary & Territory Briefing.

Aelenei, L. (2001). The legal regime of state borders. Lumina Lex Publishing House.

Arifin, S. (2009). Pelaksanaan asas uti possidetis dalam penentuan titik patok perbatasan darat Indonesia dengan Malaysia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 16(2), 183–204.

Asmoro, P. (1980). Peta topografi: Peta untuk pembangunan ataukah peta militer? Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional.

Bakosurtanal. (2010). SNI pemetaan topografi skala 1:25.000, 1:50.000, 1:100.000, dan 1:250.000. Bakosurtanal.

Banta. (2010). Assessment in practice. Jossey-Bass Publisher.

Bostani, H., & Moonsamy, V. (2024). EvadeDroid: A practical evasion attack on machine learning for black-box Android malware detection. Computers & Security, 139, 103676. https://doi.org/10.1016/j.cose.2023.103676

Case, K. E., & Fair, R. C. (2004). Prinsip-prinsip ekonomi makro (B. Muhamad, Trans.). PT Indeks Kelompok Gramedia.

Dewi, A. C., Subagiyo, A., & Wicaksono, A. D. (2019). Faktor yang berpengaruh dalam kesenjangan wilayah di kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan-Kalimantan Utara. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 8(1), 145–154.

Ekadipta, et al. (2021). Antara pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan mengenai Covid-19 terhadap kepatuhan penerapan PSBB dengan menggunakan metode path analysis di wilayah. An-Nadaa: Jurnal. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ANN/article/view/4390

Hadi, S. (2022). Analisis permasalahan batas darat antara Indonesia dan Malaysia dalam perspektif aspek teknis dan teknologi geospasial. Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik, 21(2), 158–171.

Hidayani, S., & Munthe, R. (2023). Kebijakan kriminal terhadap kejahatan begal di wilayah hukum Polsek Medan Barat. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/21979

Hornby, A. S. (2000). Oxford advanced learner’s dictionary. Oxford University Press.

Ikawati, Y., & Setiawati, D. R. (2009). Survei dan pemetaan nusantara: Buku 40 tahun Bakosurtanal. Bakosurtanal bekerja sama dengan MAPIN.

Jati, A. (2020). Analisis bentuk dan tepi sungai dari West Pillar di Pulau Sebatik sampai dengan Pilar AA2 dan pengaruhnya untuk penentuan batas negara Indonesia-Malaysia [Skripsi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember].

Jones, S. B. (1945). Boundary making: A handbook for statesmen, treaty editors and boundary commissioners. The Geographical Journal, 106, 228.

Kase, D. A. (2020). Wilayah perbatasan negara dalam perspektif hukum internasional. Jurnal Hukum Proyuris, 2(1), 168–183.

Kundari, et al. (2020). Hubungan dukungan sosial dan keterpaparan media sosial terhadap perilaku pencegahan COVID-19 pada komunitas wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kurniadi, D. (2009). Strategi pengembangan wilayah perbatasan antarnegara: Memacu pertumbuhan ekonomi Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Tesis, Universitas Diponegoro.

Machmudi, Y. (2021). Timur Tengah dalam sorotan: Dinamika Timur Tengah dalam perspektif Indonesia. Bumi Aksara.

Marzuki. (2017, May 9). Beberapa konsep pengukuran kesejahteraan masyarakat di dunia. WordPress. https://suyutimarzukidotcom.wordpress.com/2017/05/09/beberapa-konsep-pengukuran-kesejahteraan-masyarakat-di-dunia/

Mery, L. (2024). Hukum laut: Kajian Indonesia sebagai poros maritim dunia. Tohar Media.

Murti, D. C. W., et al. (2022). Peningkatan digitalisasi pariwisata di wilayah Desa Purwoharjo, Kulon Progo. Jurnal Atma. https://ojs.uajy.ac.id/index.php/jai/article/view/5395

Muta’Ali, L., Marwasta, D., & Christanto, J. (2018). Pengelolaan wilayah perbatasan NKRI. UGM Press.

Nadiya, D. I. (2022). Pengaruh produk domestik regional bruto (PDRB) dan upah minimum kabupaten/kota terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam perspektif ekonomi Islam tahun 2009–2020 [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung].

Nasikun. (1996). Urbanisasi dan kemiskinan di dunia ketiga. PT Tiara Wacana.

Patton, A., Salim, G., Prakoso, L. Y., Prihantoro, K., Pramono, B., Indarjo, A., & Feber, W. (2021). Strategi pertahanan melalui optimalisasi kesejahteraan masyarakat pesisir perbatasan. Syiah Kuala University Press.

Payon, M. V. E., Foju, M. F. K. M., & Arman, Y. (2023). Dampak perubahan titik batas di Pulau Sebatik perbatasan antara Indonesia dan Malaysia dalam perspektif prinsip uti possidentis. Student Scientific Creativity Journal, 1(5), 191–202.

Pramukty, R. (2025). Implementasi program pembangunan wilayah perbatasan Negara Republik Indonesia. Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Logistik (JUMATI), 2(6).

Prescott, J. R. V., & Triggs, G. D. (2008). International frontiers and boundaries: Law, politics and geography. Martinus Nijhoff Publishers.

Putrayasha, A. Y. A. (2017). Permasalahan perbatasan Indonesia-Malaysia: Kasus eksodus warga tiga desa di Nunukan. Jurnal Analisis Hubungan Internasional, 6(1), 77–86.

Rahma, E. A. J., Sucipto, A., & Logayah, D. S. (2023). Wilayah Asia Timur. Dewaruci: Jurnal Studi. https://www.jurnal.anfa.co.id/index.php/dewaruci/article/view/366

Rettig, K. D., & Leichtentritt, R. D. (1999). A general theory for perceptual indicator of family life quality. Social Indicators Research, 47, 307–342.

Rosni, R. (2017). Analisis tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Jurnal Geografi, 9(1), 53. https://doi.org/10.24114/jg.v9i1.6038

Sentanu, I. G. E. P. S., Tirani, Y. A., & Pradono, G. A. S. (2023). Kolaborasi dan analisis stakeholder: Teori, konsep, dan aplikasi. Universitas Brawijaya Press.

Sidiq, F. F. (2021). Menyigi batas negeri: Faktor-faktor yang mempengaruhi koordinasi pengelolaan batas wilayah negara Indonesia. Bintang Pustaka Madani.

Sinta, W. (2024). Perubahan tingkat kesejahteraan sosial masyarakat melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Pekon Bedudu Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat. Skripsi, UIN Raden Intan Lampung.

Sohn, C., & Reitel, B. (2016). The role of national states in the construction of cross-border metropolitan regions in Europe: A scalar approach. European Urban and Regional Studies, 23(3), 306–321.

Ulaen, A. J., Wulandari, T., & Tangkilisan. (2010). Sejarah wilayah perbatasan Miangas-Filipina 1928–2010: Dua nama satu juragan.

Wijayanti, & Ihsannudin. (2013). Strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Jurnal Agroekonomika, 2(2), 140.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Lumbis, L., Ryandono, M. N. H., Wijoyo, S., & Rahmah, R. (2026). A New Approach to Managing the Development of State Border Areas in the Ex-Outstanding Boundary Problems (OBP) Area of North Kalimantan, Indonesia, and Sabah, Malaysia. Dinasti International Journal of Education Management and Social Science, 7(5), 4405–4413. https://doi.org/10.38035/dijemss.v7i5.6807