MANAGEMENT OF INCLUSIVE EDUCATION CLASSES IN ONE OF THE ELEMENTARY SCHOOL IN JAMBI PROVINCE

Main Article Content

Firman Firman

Abstract

This study aimed to obtain a general overview of the implementation of the inclusion learning process in one elementary school in Jambi Province. This research was a qualitative research. Data collected through observation, interviews, and documentation studies. Data analysis referred to the Miles and Huberman model, which is carried out in three phases: the first phase was a preliminary analysis; the second stage was done while collecting data on the site, and the third was done after completing data collection. Data analysis is performed through category development, data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The data was conducted in September 2017. The results of this study indicated that the management of inclusive education classes is divided into two categorizes, there are: the seating arrangement and special needs students’ study time.


 

Article Details

Section
Articles

References

Depdiknas.(2007a). Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007b).Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007c).Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidika nInklusif. Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Depdiknas, Direktora tPembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007d). Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Kegiatan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007e). Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Penilaian. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007f).Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Manajemen Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007g).Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif.Pengadaan dan Pembinaan Tenaga Pendidik. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007h).Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif.Kebutuhan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007i).Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007j). Suplemen Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Model Program Pembelajaran Individual (PPI). Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007k). Suplemen Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Model Modifikasi Bahan Ajar Pendidikan Inklusif. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Depdiknas.(2007l). Suplemen Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Model Media Pendidikan Inklusif. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Hartono, Y. Sri. (2010). Indeks Inklusi Di SD Negeri Kabupaten Musi Banyuasin: Studi Tentang Keberhasilan Implementasi Pendidikan Inklusif Tahun 2010. Tesis.Tidak Diterbitkan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Diunduh: http://repository.upi.edu/tesisview.php?start=1046
Isabella, Paramita. (2013). Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SD Negeri 131/IV Kota Jambi. Tesis (Tidak Dipublikasikan). Program Magister Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana. Universitas Jambi.
Kustawan, Dedy. (2012). Pendidikan Inklusif dan Upaya Implementasinya. Jakarta: PT. Luxima Metromedia
Mangunsong Frieda. (2009). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan. LPSP3: Universitas Indonesia
Moleong, L. J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Moleong, j. Lexy.(2004). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung :Remaja Rosdakarya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standa Kulifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan Didik Dalam Interaksi Edukatif “SuatuPendekatan